SYUKUR

Tulisan ini terbersit begitu saja dalam kepala saya. Tulisan ini pula sudah saya share lewat face book saya. Tetapi, saya tetap ingin menampilkannya di sini. Entahlah, saya suka saja. Saya berharap Para Pembaca juga menyukainya seperti saya. Kalaupun tidak, setidaknya, Pembaca sudah tahu, kalau saya menyukainya.

Bismillahirrahmanirrahim.

Tadinya, saya menyangka keistimewaan adalah punya banyak kelebihan. Nyatanya, semua makhluk hanya punya kekurangan. Tidak ada satu pun makhluk yang dianggap punya kelebihan kecuali kekurangannya terlalu banyak untuk sekedar menganggapnya TIDAK PUNYA KELEBIHAN SAMA SEKALI.
Saya pun tersadar, sebenarnya, kita hanya perlu ber-SYUKUR atas semua yang telah dianugerahkan kepada kita. Lalu, nikmat-nikmat yang lain segera menyusul.

Mudah-mudahan ada manfaat dan barokahnya.

4 pemikiran pada “SYUKUR

  1. kata orang sabar itu ada batasnya…daripada bersabar mungkin lebih baik bersyukur..bukan kah kalau bersyukur maka Allah akan menambahkan nikmat kita…mohon pencerahannya Gus.

  2. Bapak Zenzen, salim penuh persaudaraan dan hormat takdzim katur panjenengan.

    Bersabar dan Bersyukur adalah dua hal yang sangat baik, sangat utama dan mesti dilakukan oleh orang mukmin. Tidak pas kalau hanya memilih salah satu. Bersabarlah kalau ada musibah. Bersabarlah meski ibadah terasa berat. Bersabarlah meski berat meninggalkan maksiat. Bersabarlah..
    Bersyukurlah atas nikmat iman dan islam. Bersyukurlah bila mendapat anugerah dan kebaikan. Bersyukurlah bila tercapai cita-cita. Bersyukurlah..

    Bersabar dan bersyukur di dalam keadaan yang menuntutnya. Demikian Pak..

    Kepada Semua Saudaraku di Pondok Gus Itsna, menjabat erat penuh persaudaraan dan hormat takdzim..
    Monggo dipun lanjut Poro Sederek..

  3. assalamu’alaikum
    sugeng ndalu menjelang pagi….
    nderek ngaos njih…..

    ada sedikit pertanyaan Gus….
    “syukur yg benar itu yg bagaimana dan seperti apa?
    “cukupkah dgn mengucap hamdalah atai harus disertai dgn sikap2 tertentu?

    mohon penjelasannya Gus….
    matursembah nuwun…..kit pertanyaan Gus….
    “syukur yg benar itu yg bagaimana dan seperti apa?
    “cukupkah dgn mengucap hamdalah atai harus disertai dgn sikap2 tertentu?

    mohon penjelasannya Gus….
    matursembah nuwun…..

  4. M.Rama Sanjaya

    Hidup itu ibarat sebuah qolbu,ia bisa bersifat seperti batu karang dan air yang mengalir di sebuah pantai,yang luas tanpa batas dan tanpa akhir.Awal daripada air dan akhir yang tidak akan pernah kita ketahui sampai kapanpun,tinggal kita sebagi manusia yang mengelola qolbu itu kearah mana ia menuju

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s