AL UMM HALAMAN 1-7

RINGKASAN AL UMM: MUQODDIMAH

(Bagian I, Halaman 1-7)

Oleh: Agus Itsna Arwani

(Pengasuh PP Darul ‘Ulum Selotumpuk Wlingi Blitar)

 

Allah SWT berfirman di dalam Al Qur’an (Q.S. Al-An’am ayat 1):

߉ôJptø:$#¬!“Ï%©!$#t,n=y{ÏNºuq»yJ¡¡9$#uÚö‘F{$#urŸ@yèy_urÏM»uHä>—à9$#u‘q‘Z9$#ur(¢OèOtûïÏ%©!$#(#rãxÿx.öNÍkÍh5tÎ/šcqä9ω÷ètƒÇÊÈ

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menjadikan kegelapan-kegelapan dan cahaya (terang). Namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.”

Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya dalam keadaan manusia terbagi menjadi dua golongan (macam):

  1. Ahlu Kitab

            Mereka adalah orang-orang yang mengganti hukum-hukum Allah, mengkufuri-Nya, berbuat dusta dan mempermainkan kata-kata. Mereka mencampuradukkan kebenaran yang Allah turunkan kepada mereka.

Allah berfirman tentang kekufuran mereka:

1)    Q.S. Ali Imran, Ayat: 78

¨bÎ)uróOßg÷ZÏB$Z)ƒÌxÿs9tb¼âqù=tƒOßgtFt^Å¡ø9r&É=»tFÅ3ø9$$Î/çnqç7|¡óstGÏ9z`ÏBÉ=»tGÅ6ø9$#$tBuruqèdšÆÏBÉ=»tGÅ3ø9$#šcqä9qà)tƒuruqèdô`ÏBωYÏã«!$#$tBuruqèdô`ÏBωYÏã«!$#tbqä9qà)tƒur’n?tã«!$#z>ɋs3ø9$#öNèdurtbqßJn=ôètƒÇÐÑÈ

Artinya: “Sesungguhnya diantara mereka ada sekelompok orang yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, Padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta atas (nama) Allah sedang mereka mengetahui.”

2)    Q.S. Al Baqarah, Ayat: 79

×@÷ƒuqsùtûïÏ%©#Ïj9tbqç7çFõ3tƒ|=»tGÅ3ø9$#öNÍk‰Ï‰÷ƒr’Î/§NèOtbqä9qà)tƒ#x‹»ydô`ÏBωYÏã«!$#(#rçŽtIô±uŠÏ9¾ÏmÎ/$YYyJrOWxŠÎ=s%(×@÷ƒuqsùNßg©9$£JÏiBôMt6tGŸ2öNÍgƒÏ‰÷ƒr&×@÷ƒururNßg©9$£JÏiBtbqç7Å¡õ3tƒÇÐÒÈ

Artinya: “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh Keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.”

3)    Q.S. At-Taubah, Ayat 30-31

4)    Q.S. An-Nisaa’, Ayat 51-52

  1. Golongan yang Kufur kepada Allah

            Mereka adalah orang-orang yang membuat-buat sesuatu yang tidak diizinkan Allah. Mereka membuat dengan tangan mereka sendiri patung dari batu dan kayu yang mereka anggap bagus. Mereka beri nama patung-patung itu dan menganggapnya Tuhan yang disembah. Jika mereka menemukan benda baru yang dianggap lebih baik, patung yang lama dibuang. Lalu mereka menyembah hal yang baru tersebut. Mereka itulah orang arab (jahiliyah). Selain mereka, yakni orang ‘ajam (non arab), juga ada yang menyembah macam-macam sesembahan seperti mereka. Diantara yang disembahnya adalah ikan, hewan, bintang, api dsb.

Allah berfirman menceritakan kata-kata mereka:

1)    Q.S. Az-Zukhruf, Ayat: 23

إِنَّا وَجَدْنَا آَبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آَثَارِهِمْ مُقْتَدُونَ (23)

Artinya: “…. Sesungguhnya Kami mendapati bapak- bapak Kami menganut suatu agama dan Sesungguhnya Kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”.

2)    Q.S. Nuh, Ayat: 23-24

3)    Q.S. Maryam, Ayat: 41-42

4)    Q.S. As-Syu’araa’, Ayat: 69-73

Allah menyampaikan bahwa Dia sudah memperingatkan kepada mereka, sebagai nikmat dari-Nya, akan kesesatan mereka itu. Allah memeberitahukan kesesatan mereka secara umum. Dan mengabarkan bahwa anugerah-Nya diberikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka.

Q.S. Ali Imran, Ayat: 103

وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آَيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (103)

Artinya: “…. Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kalian dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, lalu Allah mempersatukan hati kalian, lalu menjadilah kalian karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kalian telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian, agar kalian mendapat petunjuk.”

Kemudian Allah menyelamatkan mereka dengan mengutus Nabi-Nya yang mulia Muhammad SAW.

1)    Q.S. Al Baqarah, Ayat: 213

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ

Artinya: “Manusia itu (dahulu) adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), Maka Allah mengutus Para Nabi, sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan….”

2)    Q.S. At-Taubah, Ayat: 128

3)    Q.S. As-Syuuraa, Ayat: 7

4)    Q.S. As-Syu’araa’, Ayat: 214

5)    Q.S. Az-Zukhruf, Ayat: 44

Imam Syafi’I meriwayatkan (bil ma’na)

  1. Utusan Allah yang terakhir (Nabi Muhammad SAW) itu berasal dari kaum arab, suku Quraisy. Rasulullah, awalnya, diperintahkan untuk memberi peringatan khusus kepada kaumnya dan kerabat dekatnya saja. Baru sesudah itu, kepada makhluk semuanya.
  2. Kerabat terdekat Rasulullah SAW adalah Bani ‘Abdi Manaf.
  3. Rasulullah diangkat sebutannya oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an. Maksudnya “diangkat” menurut Mujahid disebut dalam syahadat. Penjabarannya, Nabi selalu disebut dalam iman, adzan, ketika membaca Al Qur’an, melakukan taat dan berhenti dari maksiat.

Shallallahu ‘Ala Nabiyyina Muhammadin Wa ‘Ala Alihi Wa Shahbihi Wa Sallam

Allah menurunkan kitab-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Allah berfirman di dalam surat Fusshilat ayat 41-42:

وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ (41) لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ (42)

Artinya: “…. Dan Sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia.(41) Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Zat yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.(42)”

Semua yang diturunkan Allah di dalam kitab-Nya adalah rahmat dan hujjah yang dimengerti oleh orang yang alim (mengetahui) tentangnya. Sementara manusia bertingkat-tingkat derajat keilmuannya. Maka hendaknya manusia:

  1. Bersungguh-sungguh memperbanyak ilmu
  2. Bersabar atas ujian dan cobaan di dalam mencari ilmu
  3. Ikhlas karena Allah dalam niatnya mencari ilmu
  4. Memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Barang siapa menemukan ilmu tentang hukum-hukum Allah di dalam kitab-Nya kemudian mengamalkannya maka dia memperoleh keutamaan di dalam agama dan dunianya, hilang ragu-ragu (dalam imannya), bersinar hikmah dari dalam hatinya dan berhak menduduki tempat (derajat) pemimpin (imamah) di dalam agamanya.

Imam Syafi’i RA berkata (bil ma’na): “Tidaklah turun suatu perkara kepada salah seorang dari ahli agama Allah kecuali ada dalil di dalam Al Qur’an yang memberi petunuk mengenainya.”

Allah SWT berfirman di dalam Q.S. Ibrahim ayat 1:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (1)

Artinya: ”(Ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.”

Q.S. An-Nahl ayat 44:

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (44)

Artinya: “…. Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.”

Q.S. An-Nahl ayat 89:

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ (89)

Artinya: “…. Dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”

Q.S. As-Syuura ayat 52-53:

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (52) صِرَاطِ اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ أَلَا إِلَى اللَّهِ تَصِيرُ الْأُمُورُ (53)

Artinya: “Dan Demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui Apakah Al kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui Apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan Dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba kami. dan Sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”(52)

“(Yaitu) jalan Allah yang Kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.”(53)

 

(Bersambung Ke Bab: KAIFA AL BAYAN)

Satu pemikiran pada “AL UMM HALAMAN 1-7

  1. Alhamdulillah.. Selesai membaca semoga bertambah iman & kebaikan.
    Terima kasih gus itsna.. Barokallah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s